Rabu, 13 Februari 2013

Pendapatan Perkapita Indonesia th 2009 (By Egantari)

Apa itu Pendapatan perkapita? Pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan perkapita juga merefleksikan PDB per kapita. Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Pendapatan Perkapita penduduk Indonesia tahun 2009 ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pendapatan perkapita adalah total harga yang berlaku dibagi jumlah penduduk selama tahun 2009. Namun naiknya angka ini termasuk penghasilan warga negara asing yang bekerja di Indonesia Jadi jika fakta ini memang benar, maka ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia semakin makmur jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pendapatan perkapita masyarakat Indonesia pada tahun 2009 adalah Rp 24,3 juta atau US$ 2.590,1. Menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Slamet Sutomo ini meningkat jika dibanding tahun 2007 yang hanya Rp 17,5 juta atau US$ 1.938,2 per kepala. Semantara pada tahun 2008 pendapatan per kapitanya meningkat menjadi Rp 21,7 juta. Kabar baiknya lagi, BPS juga mengumumkan data PNB (penghasilan perkapita nasional yang benar-benar hanya menghitung warga negara Indonesia) juga menyatakan adanya kenaikan. Tahun 2007, PNB meningkat dari Rp 16,8 juta atau US$ 1.858,5, pada 2008 menjadi Rp 20,9 juta atau US$ 2.289,3 dan pada 2009 menjadi Rp 23,4 juta atau US$ 2.499,5. No Lapangan Usaha / Industrial Origin 2005 2006 2007 2008 2009 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan/Agriculture,Livestock, Foresty and Fishery (%)(TrilliunRp) 13,39% (234,44) 13% (240,13) 13,7% (269,11) 14,5% (301,94) 15,3% (333,08) 2 Pertambangan dan Penggalian/Mining and Quarrying (%)(TrilliunRp) 10,44% (491,28) 11% (203,18) 11,2% (220,01) 10,9% (226,97) 10,5% (228,58) 3 Industri Pengolahan/Manufacturing Industry (%)(TrilliunRp) 28,06% (111,18) 27,5% (507,96) 27% (530,37) 27,9% (580,97) 26,4% (574,72) 4 Listrik, Gas dan Air Bersih/Electricity, Gas and Water Supply (%)(TrilliunRp) 0,92% (16,11) 0,9% (16,62) 0,9% (17,68) 0,8% (16,66) 0,8% (17,42) 5 Konstruksi/ Construction (%)(TrilliunRp) 6,35% (111,18) 7,5% (138,54) 7,7% (151,25) 8,5% (177,00) 9,9% (215,52) 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran/Trade, Hotel and Restaurant (%)(TrilliunRp) 15,75% (275,75) 15% (277,07) 15% (294,65) 14% (291,52) 13,4% (291,72) 7 Pengangkutan dan Komunikasi/ Transport and Communication (%)(TrilliunRp) 6,63% (116,08) 6,9% (127,45) 6,7% (131,61) 6,3% (131,18) 6,3% (137,15) 8 Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan/Finance, Real Estate and Business Services (%)(TrilliunRp) 8,36% (146,37) 8,1% (149,62) 7,7% (151,25) 7,4% (154,10) 7,2% (156,74) 9 Jasa-jasa/Services (%)(TrilliunRp) 10,1% (176,83) 10,1% (186,56) 10,1% (198,40) 9,7% (201,99) 10,2% (222,05) Produk Domestik Bruto/Gross Domestic Product 100 (1679,22) 100 (1847,13) 100 (1964,33) 100 (2082,33) 100 (2176,98) PDB Tanpa Migas /GDP Without Oil and Gas (%)(TrilliunRp) 88,93% (1557,01) 88,9% (1642,10) 89,5% (1758,10) 89,4% (1861,59) 91,7% (1996,29) Informasi Produk Domestik Bruto (PDB) per Kapita sebagai berikut: Pendapatan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita 2009 dalam USD (sumber harian Kompas Sabtu 26/9/2009: IMF). Negara PDB per Kapita Amerika Serikat 45570 Kanada 36589 Perancis 39922 Inggris 32798 Jerman 37307 Italia 33253 China 3622 Rusia 8230 Jepang 39116 Korea Selatan 14946 Australia 34974 Meksiko 7703 Brasil 6523 Argentina 7732 Turki 7840 Arab Saudi 14656 India 982 Indonesia 2030 Afrika Selatan 4943 Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2009 yang mencapai 4,5% membuat pendapatan per kapita Indonesia pada tahun 2009 naik menjadi Rp 24,3 juta (US$ 2.590,1) dibandingkan tahun 2008 yang sebesar Rp 21,7 juta (US$ 2.269,9). Demikian disampaikan oleh Deputi Neraca dan Bidang Analisis Statistik Slamet Sutomo di kantornya, Jakarta, Rabu (10/2/2010). "PDB per kapita merupakan PDB (atas dasar harga berlaku) dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Pada tahun 2009 angka PDB per kapita diperkirakan mencapai Rp24,3 juta (US$ 2.590,1) dengan laju peningkatan sebesar 12,0 persen dibandingkan dengan PDB per kapita tahun 2008 yang sebesar Rp21,7 juta (US$ 2.269,9)," tuturnya. Slamet mengatakan, dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5% di 2009, maka nilai PDB Indonesia secara keseluruhan pada tahun 2009 mencapai Rp 2.177 triliun, sedangkan pada tahun 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp 2.082,3 triliun dan Rp 1.964,3 triliun. Bila dilihat berdasarkan harga berlaku, PDB tahun 2009 naik sebesar Rp662,0 triliun, yaitu dari Rp4.951,4 triliun pada tahun 2008 menjadi sebesar Rp5.613,4 triliun pada tahun 2009. Selama tahun 2009, semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang mencapai 15,5 persen, diikuti oleh Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih 13,8 persen, Sektor Konstruksi 7,1 persen, Sektor Jasa-jasa 6,4 persen, Sektor Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan 5,0 persen, Sektor Pertambangan dan Penggalian 4,4 persen, Sektor Pertanian 4,1 persen, dan Sektor Industri Pengolahan 2,1 persen, serta Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran 1,1 persen. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2009 mencapai 4,9 persen yang berarti lebih tinggi dari pertumbuhan PDB secara keseluruhan yang besarnya 4,5 persen. Di tengah krisis keuangan yang menghantam dunia pada tahun 2009, pendapatan per kapita Indonesia mampu menembus level 2.590 dollar AS dengan PDB mencapai Rp 5.613 triliun. Tahun 2010, pendapatan per kapita Indonesia mencapai 3.000 dollar AS dengan PDB mencapai Rp 6.422 triliun. Pemerintah menargetkan, pendapatan per kapita pada lima tahun mendatang minimal bisa menembus level 4.803 dollar AS dengan PDB yang ditargetkan menembus 1.206 miliar dollar AS. Setidaknya ada empat hal yang harus dilakukan semua pihak untuk menggenjot peningkatan pendapatan per kapita. Pertama, peningkatan nilai investasi langsung yang masuk ke Indonesia. Kedua, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang efektif dan tepat waktu pembelanjaannya. Ketiga, peningkatan ekspor dan impor yang seimbang. Keempat, menjaga daya beli masyarakat agar jangan tergerus oleh meningkatnya inflasi. Namun, Syahrial pun mengakui, angka pendapatan per kapita saat ini belum mencerminkan pemerataan pendapatan masyarakat. Sebab, angka pendapatan per kapita dihitung hanya dari besaran PDB dibagi dengan jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar