Kali ini, aku akan memulai
penjelajahanku tentang opini siswi Osaka mengenai hari Kartini. Untuk First one
nya aku mulai dari Gita Posma Ria Simanjutak, penghuni X.4 J
Cewek berambut sebahu bersuara merdu ini akhirnya bersedia ku wawancarai di
depan kelasku_X.3 setelah aku paksa
sedemikian hingga...... Ini dia, hasil wawancaranya yang terekam di memory HP +
Otakku
“Sudah
siap ? :D”
“Egan, Kamu mau ngapain aku? Jadi artis dadakan aku ya
sekarang”
“-_- Alaynya kumat. Aku hari ini Cuma bakal sedikit introgasi kamu kok...Ini
soal hari Kartini”
“Ini Buat mading ya?”
“Bukan, ini untuk Liputan di media lain”
“Ya..teruss,,,kamu mau nanya apanya ke aku? Jangan macem-
macem Gan..aku minder nih ”
“Tumben amat aku denger seorang Gita minder ? :D Relax...ini bukan
pertanyaan Stoikiometri kok..Cuma cuap- cuap aja sedikit ^_^”
“Ya..ya..Mulai aja Gan..”
“Okeeyy..pertanyaan pertama, dari awal basa basi kita tadi,,,aku kan
tadi nyebut nama Kartini. Ketika nama itu terlontar dari mulutku, apa yang
terlintas di benakkmu soal sosok wanita ini?”
“Mmm..Pahlawan
Perempuan J”
“Lebih
spesifiknya? Menurut kamu, kenapa dia kamu CAP sebagai Pahlawan Perempuan? ”
“Karena...dia itu Seorang perempuan yang
ingin memajukan perempuan ”
“Kesanmu ketika kamu kenal atau tau soal sosok dan perjuangannya bagi perempuan
Indonesia tuh gimana? Apa kamu seneng, kagum, biasa aja?Disertai alasan juga
lho”
“Kagum,,alasannya karena dia Inspirasi
wanita”
“Yapp..aku
juga ^_^ Lalu, kita bisa liat sekarang kan hasil dari jerih payah Ibu Kartini..Tapi..sekarang
kan dia udah gaada L
Apa menurutmu, sosok Kartini masa kini itu ada? Terutama jiwa kartininya..apa
ada orang yang memiliki jiwa tersebut di masa kini? Terutama anak seumuran
kita”
“Sosok Kartini emang ada, tapi sedikit Gan. Kebanyakan
cewek jaman sekarang nggak menghargai dirinya sendiri. ”
“Nggak
menghargai gimana maksudnya?”
“Iya, mereka nggak menghargai...liat aja
cara berpakaian kebanyakan cewek jaman sekarang..Ngumbar aura banget, gimana pandangan orang lain terhadap penampilan mereka. Pasti
negatif gan! ”
“Iya
juga sih...”
“Mereka seharusnya nggak kayak gitu..dimana
mau ditaro martabat kita sebagai cewek? Dimana?”
“Dihatimu..wkwk..kidding Git..ada lagi nihh..masalah kasus korup yang dilakukan
sebagian pejabat wanita negara kita. Menurutmu gimana git?”
“Hal itu harus dihentikan sekarang juga! Demi kemajuan negara kita
dan demi menjaga martabat perempuan yang tentunya tidak dikoodratkan utk
menjadi seorang koruptor!”
“Yupp..setuju, terus tindak nyata kita untuk mencegah kejadian ini terus
berlanjut gimana? Kan bahaya kalo ini terus berlanjut, lama lama negara kita
bisa bangkrut”
“Buat masyarakat, trutama mentri pendidikan sekaligus guru- guru
disekolah....Menurutku, mesti ada didikan sejak dini tentang pentingnya menjaga
uang yg bukan mnjadi milik sendiri. Dan menanamkan pengertian tentang korupsi
tersebut, agar gnerasi kita mengetahui seberapa buruknya korupsi tersebut dan
tdk ingin mlakukan hal tersebut”
“Aciikk..keyen
Git, politisi abisss.... Trus, saran buat kartini masa kini menyangkut massalah
ini?”
“Yang kamu maksud dngn kartini masa kininya siapa gan?”
“Ya generasi penerus beliau saat ini,,kita- kita ini”
“Owhh..mm gini. Karena jaman sekarang udah
ada fasilitas yang memadai, jadinya wanita jaman sekarang tu bisa lebih kreatif
, berinovasi dan lebih bisa mengutarakan pendapat- pendapat mereka di depan
umum. Dan wanita sekarang tu pastinya jauh lebih pintar, itu semua gaakan
pernah terjadi tanpaa adanya perjuangan dari para pahlawan wanita indonesia..”
“Bener..setuju,
O iya..satu lagi pertanyaan ku.. Menurut kamu, sosok Kartini masa kini versimu
siapa? Psti ada dong”
“Kartiniku ya mamaku, Mamaku ya Pahlawanku”
“Waw..kenapa
mamamu git? Alasannya?”
“Mamaku tuh kayak matahari di tengah hujan gan...selalu
menyinari keluarga ku ditengah kegelisahan. Dia berjuang seorang diri menafkahi
keluargaku, memotivasi, dan menuntunku”
“Aciikk. Thanks ya git J
Kapan- kapan kita jumpa lagi”
“Okee..gan”
Nah..itu dia hasil wawancaraku dengan Gita..jam
istirahat ke-2 aku melanjutkan petualanganku ke kelas X.6. Suasana ramai,
padat, ricuh...mataku terus mencari sosok gadis berkulit putih dengan rambut
yang bergelombang...dann..kutemukan dia. Iya, dia Laksmi, ia duduk di
bangkunya, sepertinya ia sedang berbincang- bincang dengan teman-
temannya....”haduu..aku ganggu banget dah
nii..”Pikirku khawatir
“Laksmi J, jadi?”
“Sekarang Gan?”
“Iya,, kamu lagi sibuk ya?”
“hehe..enggak juga
kok” Ujarnya sembari senyum yang menyungging
dengan bibir merah nya itu
“okedehh..kita mulai yukk..tapi jangan disini..Rame banget cikh”
“Okee dehh, Mau
dimana?”
Kami memilih lokasi di depan ruang osis, cukup strategis dengan suasana hening
dan diiringi angin yang sepoi- sepoi...aku memulai ntrogasiku..
“Jangan yang susah-
susah ya pertanyaannya gan,,aku gabisa berpendapat banyak lho”
“Iya, santai aja..nggak susah kok ^_^ Kita mulai aja ya..Laks..kamu pasti tau
Kartini kan? Menurutmu dia siapa?”
“Ibu kita kartini itu
ya? Buat aku..dia itu...eee,,,,,spesial...spesial woman ”
“Kenapa kamu bilang demikian? alasannya”
“ya..dia itu kan
pahlawan yang berjuang demi pendidikan
wanita di Indonesia ya? Perjungannya itu ga
main- main”
“Kesanmu dengan sosok pahlawan ini?
Banggakah? Biasa aja? Atau gimana?”
“bangga lah jelas,,dia kan sebagai pendidik wanita...”
“Kudenger kamu waktu ini dapet kejuaraan takraw..berarti kamu udah mengharumkan
nama sekolah dong..sekaligus nama kaum wanita juga..makasii ya”
“Ahh..engga juga
gan..aku masih belum ada apa- apanya”
“ehh,, tapi menurutku itu udah lebih dari waw lho..jarang ada cewek yang demen
takraw,, jadii..apa kamu tertarik menjadi pejung kaum wanita selanjutnya nih?
:D”
“hahaha..bisa aja kamu
gan. Kalo pengen, ya pasti..Aku pengen bisa ngelanjutin perjuangannya”
“Aeeettt..aku dukung laks.. (y) O..iya aku
mau tanya lagi, menurut kamu, Kartini masa kini mu tu siapa?”
“Nggak semua cewek itu kartini, yang menurutku sih
ya Ibukku dan Guru-guru yang udah ngajarin kita”
“Alasanmu?”
“Ibu yang udah
ngerawat kita dari kecil..9 bulan dia ngandung kita, Guru- guru yang udah jadi
pengganti ibuk kita di sekolah”
“Laks...tadi kamu bilang kan ga semua cewek bisa disebut kartini..itu maksudmu
apa?”
“ya.. kebanyakan cewek- cewek disekitarku
yang kukenal sifatnya ga ada yang mirip sama Kartini..mereka malah
kebalikannya”
“Okee..akuu baru ngertii, trus saran kamu buat mereka apa?”
“saran? Saran apa ni?”
“Gini,,maksudku kata kata yang bikin mereka sadar akan pentingnya memiliki jiwa
kartini, kata- kata yang buat mereka mau tobat”
“Aduhh..aku nggak
ngerti, gabisa aku ngerangkai kata- kata”
“Mmm..kalo gitu gini dehh...Kamu bilang mereka kebalikannya kartini, berarti
sifatnya jelek dong. Nah biar mereka nggak mengulang itu lagi, menurutmu mereka
harus gimana? ”
“Mmm...mereka harus bisa jaga diri sebagai
seorang cewek. Sama harus bisa milih lingkungan hidup yang bener. Soalnya kan kita
berubah karna pengaruh temen- temen sekitar juga, kita harus pinter memilih
temen”
“Tepat sekali..selain itu,ada lagi?”
“Hehe..ga ada ^_^ ”
“Aku minta foto kamu pas main takraw boleh?”
“Boleh gan..boleh”
“siip kalo gitu sekian dan terimakasih aja deh atas waktu yg kamu luangin buat
aku ya,, sampai jumpa lain waktu ”
“Iya gann J sama sama”
Huuftt...
Pass, jam istirahat baru saja usai, dan aku pun segera masuk kelas dengan hati
senang serta mulia :D . Pulang sekolah,
aku segera menuju kelas x.1, mencari si Agung, konsultasi soal tulisan ini, di
tengah diskusi kami, aku saling tegur sapa dengan teman- teman sekelasnya.
Lama- lama di kelas ini, aku jadi tertarik melakukan wawancara ketiga di kelas
ini...saat diskusi dengan Agung saja, mereka cepat tanggap dengan kegiatanku,
apalagi jika wawancara disini..aciikk..sepertinya aku akan terjun di dunia
penuh dengan intrik dan perdebatan hebat seru :D. Buru- buru aku mencari sosok
yang paling tepat buat diwawancarai ketika itu, dan ada 1 kandidat yang mencuri
perhatiannku, ya dia..Ayu Ninda. Teman MOSku dulu sekaligus pakarnya Pidato di
X.1.
“Ndak papa nih aku wawancarin kamu dadakan?”
“Enggak kok, sante nee...oiya ini pake tugas tajuk opini mading
ya?” sahut cewek berkacamata ini
“Engga sihh, Cuma buat berita di media lain ^_^”
“Owh, kamu mau nanyain aku soal apa?”
“Kartini, tau dia kan pasti?”
“Ooo..pahlawan wanita kebanggaan Indonesia itu, tau laah”
“Setelah aku sebut nama Kartini, yang ada dalam benakmu apa Nin?”
“Apa ya?? :D Kartini...dia itu wanita berpengaruh pada
masanya, dia juga merupakan pelita di tengah kegelapan. Intinya dia itu,
pejuang cewekk”
“Aciikkk,,, pasti bangga dong sama perjuangannya
selama ini buat kita. Apa ucapan applause yang kamu pengen ucapin ke beliau
atas perjuangannya tersebutt?”
“apa ya? Duhh..bingung :D”
“Gini deh, anggep aja di depan kamu sekarang ada Ibu Kartini, ucapan
terimakasihnya apa?”
“Hah..aku harus ngebayangin ada hantunya Kartini ada di depanku
sekarang gitu? Hei Kartini, kembali ke
alammu, ini bukan duniamu..”
“Bukan gitu -______- ini kan misal ”
“Hahahahahaa...aku bilang gini : Trimakasih ya atas
dedikasinya”
“Selain itu?”
“Udah itu aja, aku bingung mau bilang apa. Dari tadi kan kamu
yang banyak nanya, sekarang aku mau nanya dong?”
“Haa...nanya apa”
“Gini..kita kan tau, sekarang jaman udah modern. Tapi kok masih sih ada
perbedaan gender di Negara kita” ? (waduhh..malah
balik nanya :/)
“ya.. itu kan sekarang udah jarang, mungkin
masih di pedesaan aja kalik yang berpatokan sama prinsip tersebut”
“Lagi satu, kenapa perbedaan pendidikan di kota sama di
desa kontras banget, kok pemerintah ga mau nye’imbangin sih? Kapan cewek Indo
bisa maju kalo gitu! Kuharap buat pembaca, mau dia presiden kek, masyarakat
kek, bisa memecahkan masalah ini” (wihh..yang
wartawan dia atau aku yakk..? :. Tapi kritis juga pertanyyaannya ni anak)
“Umm.. tau sendiri lah indo kayak apa. Kan masih banyak yang Korup, yang
dibahas soal politik doang. Dari awal pagi terbit ampe malem mana pernah
stasiun tv kita nampilin tayangan soal pendidikan kita, yang diributin soal
politik muluk :p”
“Nah,,itu dahh. Kuharap hal ini bisa terjawab dan teratasi
gan”
“Astungkara.. Satu lagi Nin, kata- kata yang pas buat Katini masa kini tuh
gimana? Apa? Yang bisa numbuhin semangat jiwa kartini di kalangan kita sekarang
ini maksudku..”
“Mm..Gini deh., Tanpa dewi takkan ada dewa”
“Wkkwkwk..ngerti..maksudnya tanpa ada cewek, cowok gaakan bisa berbuat apa- apa
kan maksudnya?”
“Iya”
“Asyiikk..aku jadi bangga deh jadi cewek. Makasi ya Nin atas waktu dan
kesempatannya”
“Okeeedehh..siip”
Nah
itu dia hasil wawancara ke-3 kandidat siswi Osaka kita