Selasa, 16 April 2013

Osaka Beropini



Kali ini, aku akan memulai penjelajahanku tentang opini siswi Osaka mengenai hari Kartini. Untuk First one nya aku mulai dari Gita Posma Ria Simanjutak, penghuni X.4 J Cewek berambut sebahu bersuara merdu ini akhirnya bersedia ku wawancarai di depan kelasku_X.3  setelah aku paksa sedemikian hingga...... Ini dia, hasil wawancaranya yang terekam di memory HP + Otakku
“Sudah siap ? :D”
“Egan, Kamu mau ngapain aku? Jadi artis dadakan aku ya sekarang”
“-_- Alaynya kumat. Aku hari ini Cuma bakal sedikit introgasi kamu kok...Ini soal hari Kartini”
“Ini Buat mading ya?”
“Bukan, ini untuk Liputan di media lain”
“Ya..teruss,,,kamu mau nanya apanya ke aku? Jangan macem- macem Gan..aku minder nih ”
“Tumben amat aku denger seorang Gita minder ? :D Relax...ini bukan pertanyaan Stoikiometri kok..Cuma cuap- cuap aja sedikit ^_^”
“Ya..ya..Mulai aja Gan..”
“Okeeyy..pertanyaan pertama, dari awal basa basi kita tadi,,,aku kan tadi nyebut nama Kartini. Ketika nama itu terlontar dari mulutku, apa yang terlintas di benakkmu soal sosok wanita ini?”
Mmm..Pahlawan Perempuan J
“Lebih spesifiknya? Menurut kamu, kenapa dia kamu CAP sebagai Pahlawan Perempuan? ”
Karena...
dia itu Seorang perempuan yang ingin memajukan perempuan
“Kesanmu ketika kamu kenal atau tau soal sosok dan perjuangannya bagi perempuan Indonesia tuh gimana? Apa kamu seneng, kagum, biasa aja?Disertai alasan juga lho”
“Kagum,,
alasannya karena dia Inspirasi wanita”
“Yapp..aku juga ^_^ Lalu, kita bisa liat sekarang kan hasil dari jerih payah Ibu Kartini..Tapi..sekarang kan dia udah gaada L Apa menurutmu, sosok Kartini masa kini itu ada? Terutama jiwa kartininya..apa ada orang yang memiliki jiwa tersebut di masa kini? Terutama anak seumuran kita”
Sosok Kartini emang ada, tapi sedikit Gan.
Kebanyakan cewek jaman sekarang nggak menghargai dirinya sendiri.
“Nggak menghargai gimana maksudnya?”
Iya, mereka nggak menghargai...
liat aja cara berpakaian kebanyakan cewek jaman sekarang..Ngumbar aura banget, gimana pandangan orang lain terhadap penampilan mereka. Pasti negatif gan! ”
“Iya juga sih...”
Mereka seharusnya nggak kayak gitu
..dimana mau ditaro martabat kita sebagai cewek? Dimana?”
“Dihatimu..wkwk..kidding Git..ada lagi nihh..masalah kasus korup yang dilakukan sebagian pejabat wanita negara kita. Menurutmu gimana git?”
“Hal itu harus dihentikan sekarang juga! Demi kemajuan negara kita dan demi menjaga martabat perempuan yang tentunya tidak dikoodratkan utk menjadi seorang koruptor!”
“Yupp..setuju, terus tindak nyata kita untuk mencegah kejadian ini terus berlanjut gimana? Kan bahaya kalo ini terus berlanjut, lama lama negara kita bisa bangkrut”
Buat masyarakat, trutama mentri pendidikan sekaligus guru- guru disekolah....Menurutku, mesti ada didikan sejak dini tentang pentingnya menjaga uang yg bukan mnjadi milik sendiri. Dan menanamkan pengertian tentang korupsi tersebut, agar gnerasi kita mengetahui seberapa buruknya korupsi tersebut dan tdk ingin mlakukan hal tersebut”
“Aciikk..keyen Git, politisi abisss.... Trus, saran buat kartini masa kini menyangkut massalah ini?”
“Yang kamu maksud dngn kartini masa kininya siapa gan?”
“Ya generasi penerus beliau saat ini,,kita- kita ini”
“Owhh..mm gini
. Karena jaman sekarang udah ada fasilitas yang memadai, jadinya wanita jaman sekarang tu bisa lebih kreatif , berinovasi dan lebih bisa mengutarakan pendapat- pendapat mereka di depan umum. Dan wanita sekarang tu pastinya jauh lebih pintar, itu semua gaakan pernah terjadi tanpaa adanya perjuangan dari para pahlawan wanita indonesia..”
“Bener..setuju, O iya..satu lagi pertanyaan ku.. Menurut kamu, sosok Kartini masa kini versimu siapa? Psti ada dong”
“Kartiniku ya mamaku, Mamaku ya Pahlawanku”
“Waw..kenapa mamamu git? Alasannya?”
Mamaku tuh kayak matahari di tengah hujan gan...selalu menyinari keluarga ku ditengah kegelisahan. Dia berjuang seorang diri menafkahi keluargaku, memotivasi, dan menuntunku”
“Aciikk. Thanks ya git
J Kapan- kapan kita jumpa lagi”
“Okee..gan”

Nah..itu dia hasil wawancaraku dengan Gita..jam istirahat ke-2 aku melanjutkan petualanganku ke kelas X.6. Suasana ramai, padat, ricuh...mataku terus mencari sosok gadis berkulit putih dengan rambut yang bergelombang...dann..kutemukan dia. Iya, dia Laksmi, ia duduk di bangkunya, sepertinya ia sedang berbincang- bincang dengan teman- temannya....”haduu..aku ganggu banget dah nii..”Pikirku khawatir

“Laksmi
J, jadi?”
“Sekarang Gan?”
“Iya,, kamu lagi sibuk ya?”
“hehe..enggak juga kok” Ujarnya sembari senyum yang menyungging dengan bibir merah nya itu
“okedehh..kita mulai yukk..tapi jangan disini..Rame banget cikh”
“Okee dehh, Mau dimana?”
Kami memilih lokasi di depan ruang osis, cukup strategis dengan suasana hening dan diiringi angin yang sepoi- sepoi...aku memulai ntrogasiku..
“Jangan yang susah- susah ya pertanyaannya gan,,aku gabisa berpendapat banyak lho”
“Iya, santai aja..nggak susah kok ^_^ Kita mulai aja ya..Laks..kamu pasti tau Kartini kan? Menurutmu dia siapa?”
“Ibu kita kartini itu ya? Buat aku..dia itu...eee,,,,,spesial...spesial woman ”
“Kenapa kamu bilang demikian? alasannya”
“ya..dia itu kan pahlawan yang  berjuang demi pendidikan wanita di Indonesia ya? Perjungannya itu ga main- main”
“Kesanmu dengan sosok pahlawan ini? Banggakah? Biasa aja? Atau gimana?”
“bangga lah jelas,,dia kan sebagai pendidik wanita...”
“Kudenger kamu waktu ini dapet kejuaraan takraw..berarti kamu udah mengharumkan nama sekolah dong..sekaligus nama kaum wanita juga..makasii ya”
“Ahh..engga juga gan..aku masih belum ada apa- apanya”
“ehh,, tapi menurutku itu udah lebih dari waw lho..jarang ada cewek yang demen takraw,, jadii..apa kamu tertarik menjadi pejung kaum wanita selanjutnya nih? :D”
“hahaha..bisa aja kamu gan. Kalo pengen, ya pasti..Aku pengen bisa ngelanjutin perjuangannya”
“Aeeettt..aku dukung laks.. (y) O..iya aku mau tanya lagi, menurut kamu, Kartini masa kini mu tu siapa?”
Nggak semua cewek itu kartini, yang menurutku sih ya Ibukku dan Guru-guru yang udah ngajarin kita”
“Alasanmu?”
“Ibu yang udah ngerawat kita dari kecil..9 bulan dia ngandung kita, Guru- guru yang udah jadi pengganti ibuk kita di sekolah”
“Laks...tadi kamu bilang kan ga semua cewek bisa disebut kartini..itu maksudmu apa?”
“ya.. kebanyakan cewek- cewek disekitarku yang kukenal sifatnya ga ada yang mirip sama Kartini..mereka malah kebalikannya”
“Okee..akuu baru ngertii, trus saran kamu buat mereka apa?”
saran? Saran apa ni?”
“Gini,,maksudku kata kata yang bikin mereka sadar akan pentingnya memiliki jiwa kartini, kata- kata yang buat mereka mau tobat”
“Aduhh..aku nggak ngerti, gabisa aku ngerangkai kata- kata”
“Mmm..kalo gitu gini dehh...Kamu bilang mereka kebalikannya kartini, berarti sifatnya jelek dong. Nah biar mereka nggak mengulang itu lagi, menurutmu mereka harus gimana? ”
Mmm...mereka harus bisa jaga diri sebagai seorang cewek. Sama harus bisa milih lingkungan hidup yang bener. Soalnya kan kita berubah karna pengaruh temen- temen sekitar juga, kita harus pinter memilih temen”
“Tepat sekali..selain itu,ada lagi?”
“Hehe..ga ada ^_^ ”
“Aku minta foto kamu pas main takraw boleh?”
“Boleh gan..boleh”
“siip kalo gitu sekian dan terimakasih aja deh atas waktu yg kamu luangin buat aku ya,, sampai jumpa lain waktu ”
“Iya gann J sama sama”

          Huuftt... Pass, jam istirahat baru saja usai, dan aku pun segera masuk kelas dengan hati senang  serta mulia :D . Pulang sekolah, aku segera menuju kelas x.1, mencari si Agung, konsultasi soal tulisan ini, di tengah diskusi kami, aku saling tegur sapa dengan teman- teman sekelasnya. Lama- lama di kelas ini, aku jadi tertarik melakukan wawancara ketiga di kelas ini...saat diskusi dengan Agung saja, mereka cepat tanggap dengan kegiatanku, apalagi jika wawancara disini..aciikk..sepertinya aku akan terjun di dunia penuh dengan intrik dan perdebatan hebat seru :D. Buru- buru aku mencari sosok yang paling tepat buat diwawancarai ketika itu, dan ada 1 kandidat yang mencuri perhatiannku, ya dia..Ayu Ninda. Teman MOSku dulu sekaligus pakarnya Pidato di X.1.

“Ndak papa nih aku wawancarin kamu dadakan?”
“Enggak kok, sante nee...oiya ini pake tugas tajuk opini mading ya?” sahut cewek berkacamata ini
“Engga sihh, Cuma buat berita di media lain ^_^”
“Owh, kamu mau nanyain aku soal apa?”
“Kartini, tau dia kan pasti?”
“Ooo..pahlawan wanita kebanggaan Indonesia itu, tau laah”
“Setelah aku sebut nama Kartini, yang ada dalam benakmu apa Nin?”
“Apa ya?? :D Kartini...dia itu wanita berpengaruh pada masanya, dia juga merupakan pelita di tengah kegelapan. Intinya dia itu, pejuang cewekk”
“Aciikkk,,, pasti bangga dong sama perjuangannya selama ini buat kita. Apa ucapan applause yang kamu pengen ucapin ke beliau atas perjuangannya tersebutt?”
“apa ya? Duhh..bingung :D”
“Gini deh, anggep aja di depan kamu sekarang ada Ibu Kartini, ucapan terimakasihnya apa?”
“Hah..aku harus ngebayangin ada hantunya Kartini ada di depanku sekarang gitu?  Hei Kartini, kembali ke alammu, ini bukan duniamu..”
“Bukan gitu -______- ini kan misal ”
“Hahahahahaa...aku bilang gini : Trimakasih ya atas dedikasinya”
“Selain itu?”
“Udah itu aja, aku bingung mau bilang apa. Dari tadi kan kamu yang banyak nanya, sekarang aku mau nanya dong?”
“Haa...nanya apa
“Gini..kita kan tau, sekarang jaman udah modern. Tapi kok masih sih ada perbedaan gender di Negara kita” ? (waduhh..malah balik nanya :/)
ya.. itu kan sekarang udah jarang, mungkin masih di pedesaan aja kalik yang berpatokan sama prinsip tersebut
“Lagi satu, kenapa perbedaan pendidikan di kota sama di desa kontras banget, kok pemerintah ga mau nye’imbangin sih? Kapan cewek Indo bisa maju kalo gitu! Kuharap buat pembaca, mau dia presiden kek, masyarakat kek, bisa memecahkan masalah ini” (wihh..yang wartawan dia atau aku yakk..? :. Tapi kritis juga pertanyyaannya ni anak)
“Umm.. tau sendiri lah indo kayak apa. Kan masih banyak yang Korup, yang dibahas soal politik doang. Dari awal pagi terbit ampe malem mana pernah stasiun tv kita nampilin tayangan soal pendidikan kita, yang diributin soal politik muluk :p”
“Nah,,itu dahh. Kuharap hal ini bisa terjawab dan teratasi gan”
“Astungkara.. Satu lagi Nin, kata- kata yang pas buat Katini masa kini tuh gimana? Apa? Yang bisa numbuhin semangat jiwa kartini di kalangan kita sekarang ini maksudku..”
“Mm..Gini deh., Tanpa dewi takkan ada dewa”
“Wkkwkwk..ngerti..maksudnya tanpa ada cewek, cowok gaakan bisa berbuat apa- apa kan maksudnya?”
“Iya”
“Asyiikk..aku jadi bangga deh jadi cewek. Makasi ya Nin atas waktu dan kesempatannya”
“Okeeedehh..siip”

          Nah itu dia hasil wawancara ke-3 kandidat siswi Osaka kita
         




Tidak ada komentar:

Posting Komentar