Aduh, pemsor? Tidaaak !
Yang pertama kali muncul di benak kita setelah pengumuman pemsor diadakan,
pasti :capek, males, pengen cepet nyampe rumah,
rencana ini itu gagal, dan sebagainya. Banyak siswa yang beranggapan bahwa pemsor
membuat mereka stress dan lelah pikiran dan fisik. Dari pihak guru yang member materi
pun demikian, mereka juga merasakan lelah. Bahkan lebih lelah guru ketimbang siswa,
karena guru juga memiliki tanggung jawab besar dalam mengurus keluarga, harus mengajari
siswa, mengurus nilai, dan yang lainnya. Ini berarti, guru yang lebih lelah dibandingkan
peserta didik. Lalu, mengapa peserta didik yang lebih banyak mengeluh?Salahkah Pemsor?
Pembelajaran
sore, atau yang lebih simple disebut
‘pemsor’ merupakan upaya pengajaran materi lanjutan yang diberikan sekolah kepada
siswa, agar siswa dapat memenuhi target pemahaman dan ketuntasan materi sesuai
yang diharapkan system pendidikan di Indonesia. Di Bali, khususnya masyarakat
Hindu identik dengan berbagai macam perayaan upacara adat atau hari raya besar.
Hal ini menyebabkan waktu pengajaran standar nasional kurang bagi guru pengajar
peserta didik karena telah dipotong waktu liburan tersebut. Selain itu, fokus sekolah
untuk mempersiapkan Try Out atau UN kelas XII yang memang menjadi babak penentu
kelas XII sering menyita waktu belajar siswa-siswi kelas X dan kelas XI. Dari
permasalahan tersebut, pemsor dipilih menjadi jalan untuk mengejar target pendidikan
tersebut. Diharapkan juga, agar pemsor menjadi jalan keluar terhadap sekolah,
baik itu dari pendidik ataupun yang dididik.
Dari
solusi ini, timbul lagi permasalahan baru. Kebanyakan siswa mengeluh, merasa jenuh
dan lelah. Menurut mereka, tugas pelajaran sudah menjadi beban, sekarang malah ditambah
dengan pemsor. Kapan siswa akan mengerjakan tugas mereka? Sementara mereka terus
berada di sekolah hampir setengah hari nonstop. Kapan mereka bisa berinteraksi
di keluarga, membantu orang tuanya?
Sebenarnya,
kita bisa banyak mengambil sisi positif dari adanya Pemsor. Jika ditelaah secara
lebih rinci, ternyata lebih banyak sisi positif ketimbang sisi negative pemsor
yang dapat kita petik. Apa saja itu?
Menurut
Guru Bahasa Inggris kita di SMA N 1 KUTA SELATAN, yakni MrsWiwin (siapa sih
yang gak kenal dengan guru yang satu ini) pemsor itu dapat membuat kita lebih akrab
dengan teman di sekolah. Kita pun bisa mengenal karakter teman- teman kita satu
sama lain karena banyak waktu yang kita lalui bersama, pergaulan kita pun
tentunya akan semakin luas dan terjamin. Berbeda dengan
system belajar yang hanya mengandalkan 8 jam pertemuandalam 1 hari. Kita pulang
sekolah pukul 13.00 WITA dan memiliki peluang luas untuk melakukan aktivitas di
luar sekolah. Ya, bila itu aktivitas yang bersifat positif, tapi apabila melakukan
aktivitas negatif? Misal nih, pulang sekolah
bukannya pulang kerumah, eh malah nongkrong bareng gank yang gajelas asal-
usulnya, Tentu hal itu sungguh sangat membahayakan! Pemsor juga yang
membuat kita lebih stress mikirin pelajaran kan? Yup, ini lebih baik, ketimbang
kita stress mikirin pacar?Hayoo,,,lebih
mending yang mana? Menurut Mario Teguh, masa muda adalah masa belajar. Jika semasa
muda kita santai, tentunya di hari tua kita kerepotan. Hmm, jadi nggak usah ngeluh
deh di masa muda kita ini, mumpung masih muda, pertajam prestasi positif,
tunjukan kualitas diri, biar nggak nyesel dihari tua.
Tapi
tetep aja ngerasa pemsor itu beban, ngerasa nggak ada waktu luang buat nyantai atau
sekedar bantu orang tua dirumah. Belum lagi kalo harus buat tugas, kapan ada waktu?!
Lalu, apa ya solusinya?
Kita
ketahui, bahwa senin, selasa, rabu, dankamis di SMA N 1 KUTA SELATAN jadwal pelajaran
padat. Sementara Jumat dan Sabtu kita lebih awal pulang, karena konsumsi materi
yang lebih sedikit. Belum lagi tambahan pemsor di hari senin sampai kamis,
wow…betapa padatnya hari itu. Maka, untuk solusinya, pemsor tetap berjalan,
namun dipindah ke hari kamis, jumat, dan sabtu. Dan tak lupa juga memperkecil tugas
sekolah pada siswa, karena telah diadakannya pemsor. Pemsor
pun sebenarnya tidak dipergunakan untuk program mengulang materi, namun “melanjutkan
materi”.Belum tentu kan, siswanya sudah mengerti materi sebelumnya, sementara materi
lanjut terus dengan waktu yang sangat singkat. Itulah penyebab STRES!! Ada baik
nya pihak guru dan siswa menjalin komunikasi yang terbuka,
bila muridnya belum mengerti maka materi berkesempatan diulang lagi pada saat pemsor.
Cara pengajaran ketika pemsor pun harus diubah, dibedakan ketika pemsor dan hari
biasa. Bila pemsor, bisa lebih dipersantai, sehingga siswa tidak mudah bosan dengan
situasi formal ini. Dari sini siswa akan merasa lebih relax dan beban yang
sempat menginap dihati siswa pun berkurang. Selain itu pihak guru pastinya lebih
senang mengajar anak didiknya dengan wajah ceria dibandingkan lebih menonjolkan
kelelahannya. Nah bagaimana? Lebih asik, kan? Intinya dengan adanya pemsor,
yang kita benci saat ini tanpa kita sadari akan melahirkan hasil maksimal kelak
nanti. Udah gak zaman apabila masa muda kita isi dengan hal negative. Tapi masa
muda adalah masa yang apabila tidak dinikmati akan kita sesali nantinya. Untuk menghindari
hal tersebut sudah saatnya kita menikmati ilmu gratis demi masa depan yang manis.
KONSEP Tajuk rencana
Masalah
Pendapat
Komentar
Solusi
Pemsorsetuju, stngh hari
Tanya Pakar
Solusi :Kamis Jumat Sabtu, perkecil tgs skolah,
cra bljr santai, bri siswa ksmptan utk mngrti materi sblumny
Pemsor : Plajaran cpt slesai, hindu bnyk hari
raya, pmntpan, UN
Mslah : Plajaran g msk k otak,
Sebab: Formal
+Plus
:
Otak
kita setara se Indonesia
Terjauh
dari hal/ kegiatan yang tdk brmanfaat d luar skolah
Jd lbih
dket sm tmn skolah, komunikasi lbih akrab, lbh mudah
Otak
jd lebih kuat dn nggk mnja lg
-Minus
:
Trlalu
bnyk konsumsi rmus, utmanya bgi sswa yg dulunya malas blajar mnybabkan input
materi rugi, mmbuat siswanya jenuh
Komunikasi
dn intraksi d rumah jd kurng



