Sabtu, 15 Februari 2014

Pemsor? Siapa takut !


Aduh, pemsor? Tidaaak ! Yang pertama kali muncul di benak kita setelah pengumuman pemsor diadakan, pasti :capek, males, pengen cepet nyampe rumah, rencana ini itu gagal, dan sebagainya. Banyak siswa yang beranggapan bahwa pemsor membuat mereka stress dan lelah pikiran dan fisik. Dari pihak guru yang member materi pun demikian, mereka juga merasakan lelah. Bahkan lebih lelah guru ketimbang siswa, karena guru juga memiliki tanggung jawab besar dalam mengurus keluarga, harus mengajari siswa, mengurus nilai, dan yang lainnya. Ini berarti, guru yang lebih lelah dibandingkan peserta didik. Lalu, mengapa peserta didik yang lebih banyak mengeluh?Salahkah Pemsor?
Pembelajaran sore, atau yang lebih simple disebut ‘pemsor’ merupakan upaya pengajaran materi lanjutan yang diberikan sekolah kepada siswa, agar siswa dapat memenuhi target pemahaman dan ketuntasan materi sesuai yang diharapkan system pendidikan di Indonesia. Di Bali, khususnya masyarakat Hindu identik dengan berbagai macam perayaan upacara adat atau hari raya besar. Hal ini menyebabkan waktu pengajaran standar nasional kurang bagi guru pengajar peserta didik karena telah dipotong waktu liburan tersebut. Selain itu, fokus sekolah untuk mempersiapkan Try Out atau UN kelas XII yang memang menjadi babak penentu kelas XII sering menyita waktu belajar siswa-siswi kelas X dan kelas XI. Dari permasalahan tersebut, pemsor dipilih menjadi jalan untuk mengejar target pendidikan tersebut. Diharapkan juga, agar pemsor menjadi jalan keluar terhadap sekolah, baik itu dari pendidik ataupun yang dididik.
Dari solusi ini, timbul lagi permasalahan baru. Kebanyakan siswa mengeluh, merasa jenuh dan lelah. Menurut mereka, tugas pelajaran sudah menjadi beban, sekarang malah ditambah dengan pemsor. Kapan siswa akan mengerjakan tugas mereka? Sementara mereka terus berada di sekolah hampir setengah hari nonstop. Kapan mereka bisa berinteraksi di keluarga, membantu orang tuanya?
Sebenarnya, kita bisa banyak mengambil sisi positif dari adanya Pemsor. Jika ditelaah secara lebih rinci, ternyata lebih banyak sisi positif ketimbang sisi negative pemsor yang dapat kita petik. Apa saja itu?
Menurut Guru Bahasa Inggris kita di SMA N 1 KUTA SELATAN, yakni MrsWiwin (siapa sih yang gak kenal dengan guru yang satu ini) pemsor itu dapat membuat kita lebih akrab dengan teman di sekolah. Kita pun bisa mengenal karakter teman- teman kita satu sama lain karena banyak waktu yang kita lalui bersama, pergaulan kita pun tentunya akan semakin luas dan terjamin. Berbeda dengan system belajar yang hanya mengandalkan 8 jam pertemuandalam 1 hari. Kita pulang sekolah pukul 13.00 WITA dan memiliki peluang luas untuk melakukan aktivitas di luar sekolah. Ya, bila itu aktivitas yang bersifat positif, tapi apabila melakukan aktivitas negatif? Misal nih, pulang sekolah bukannya pulang kerumah, eh malah nongkrong bareng gank yang gajelas asal- usulnya, Tentu hal itu sungguh sangat membahayakan! Pemsor juga yang membuat kita lebih stress mikirin pelajaran kan? Yup, ini lebih baik, ketimbang kita stress mikirin pacar?Hayoo,,,lebih mending yang mana? Menurut Mario Teguh, masa muda adalah masa belajar. Jika semasa muda kita santai, tentunya di hari tua kita kerepotan. Hmm, jadi nggak usah ngeluh deh di masa muda kita ini, mumpung masih muda, pertajam prestasi positif, tunjukan kualitas diri, biar nggak nyesel dihari tua.
Tapi tetep aja ngerasa pemsor itu beban, ngerasa nggak ada waktu luang buat nyantai atau sekedar bantu orang tua dirumah. Belum lagi kalo harus buat tugas, kapan ada waktu?! Lalu, apa ya solusinya?
Kita ketahui, bahwa senin, selasa, rabu, dankamis di SMA N 1 KUTA SELATAN jadwal pelajaran padat. Sementara Jumat dan Sabtu kita lebih awal pulang, karena konsumsi materi yang lebih sedikit. Belum lagi tambahan pemsor di hari senin sampai kamis, wow…betapa padatnya hari itu. Maka, untuk solusinya, pemsor tetap berjalan, namun dipindah ke hari kamis, jumat, dan sabtu. Dan tak lupa juga memperkecil tugas sekolah pada siswa, karena telah diadakannya pemsor. Pemsor pun sebenarnya tidak dipergunakan untuk program mengulang materi, namun “melanjutkan materi”.Belum tentu kan, siswanya sudah mengerti materi sebelumnya, sementara materi lanjut terus dengan waktu yang sangat singkat. Itulah penyebab STRES!! Ada baik nya pihak guru dan siswa menjalin komunikasi yang terbuka, bila muridnya belum mengerti maka materi berkesempatan diulang lagi pada saat pemsor. Cara pengajaran ketika pemsor pun harus diubah, dibedakan ketika pemsor dan hari biasa. Bila pemsor, bisa lebih dipersantai, sehingga siswa tidak mudah bosan dengan situasi formal ini. Dari sini siswa akan merasa lebih relax dan beban yang sempat menginap dihati siswa pun berkurang. Selain itu pihak guru pastinya lebih senang mengajar anak didiknya dengan wajah ceria dibandingkan lebih menonjolkan kelelahannya. Nah bagaimana? Lebih asik, kan? Intinya dengan adanya pemsor, yang kita benci saat ini tanpa kita sadari akan melahirkan hasil maksimal kelak nanti. Udah gak zaman apabila masa muda kita isi dengan hal negative. Tapi masa muda adalah masa yang apabila tidak dinikmati akan kita sesali nantinya. Untuk menghindari hal tersebut sudah saatnya kita menikmati ilmu gratis demi masa depan yang manis.
KONSEP Tajuk rencana
Masalah
Pendapat
Komentar
Solusi
Pemsorsetuju, stngh hari
Tanya Pakar
Solusi :Kamis Jumat Sabtu, perkecil tgs skolah, cra bljr santai, bri siswa ksmptan utk mngrti materi  sblumny
Pemsor : Plajaran cpt slesai, hindu bnyk hari raya, pmntpan, UN
Mslah : Plajaran g msk k otak,
Sebab: Formal
+Plus :
Otak kita setara se Indonesia


Terjauh dari hal/ kegiatan yang tdk brmanfaat d luar skolah
Jd lbih dket sm tmn skolah, komunikasi lbih akrab, lbh mudah
Otak jd lebih kuat dn nggk mnja lg

-Minus :
Trlalu bnyk konsumsi rmus, utmanya bgi sswa yg dulunya malas blajar mnybabkan input materi  rugi, mmbuat siswanya jenuh
Komunikasi dn intraksi d rumah jd kurng

MEMAKNAI PEMSOR SECARA POSITIF


Pembelajaran sore atau yang biasa disingkat Pemsor ini adalah suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan sore hari. Di sekolah kita kegiatan ini berlangsung setelah pulang sekolah dan hanya berseling 30 menit setelah bel pulang.
Kegiatan sore ini mungkin menimbulkan kejenuhan bagi siswa, bahkan guru sekali pun. Bagaimana tidak, dari pukul 07.00 siswa sudah harus berada disekolah dan pulang pada pukul 16.00 selama 9 jam berada di lingkungan sekolah siswa tentunya merindukan suasana rumah mereka. Suasana dimana pada pukul 14.00 adalah waktu untuk tidur. Mungkin sering pula kita jumpai siswa yang kerap mengantuk pada saat kegiatan pemsor ini.
“Uh, guru gak pernah ngerti bagaimana jadi siswa. Seenaknya jangan si tugas banyak-banyak. Udah tau ada pemsor. Belum lagi ulangan harian, PR, dan sebagainya. Mereka piker kita robot yang dapat menyelesaikan itu semua secepat yang mereka inginkan…” itulah kalimat yang sering kita dengar belakangan ini di kalangansiswa.
Hal ini disebabkan oleh kurang mengertinya siswa mengenai pemsor ini. Jika kita bisa memaknai pemsor secara positif, hal-hal seperti itu tidak akan terjadi. Coba bandingkan, bagaimana kelelahan guru ketika mengajarkan siswanya, harus setiap hari berdiri dan berbicara mengajar sekian banyaknya siswa. Yang mana yang lebih melelahkan? Mengajarkan atau diajarkan? Pemsor mungkin menimbulkan kejenuhan, kebosanan, dan menyita waktu tidur tetapi dibalik itu semua, kita tidak menyadari bahwa dengan adanya pemsor itu berarti kita mengikuti les tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun. Hingga disini kita memperoleh 2 keuntungan yaitu ilmu tanpa uang dan ilmu demi masa depan. Karena sering kita jumpai banyak anak yang ingin mengkuti les tapi bermasalah di biaya. Dari padahal positif siswa tersebut tidak tercapai, maka sekolah membuat kegiatan ini dengan tujuan agar siswa lebih mengerti dengan materi yang sempat diajarkan pada saat jam pelajaran. Sehingga, siswa mempunyai banyak waktu untuk bertanya mengenai pelajaran yang kurang mereka mengerti.
Faktanya, pemsor yang kini dijalankan bukan sebagai ajang pengulangan materi agar siswanya lebih mengerti. Namun, lebih condong difungsikan sebagai ajang system kejar materi agar materi standar nasional dapat tercapai. Dengan demikian pendidikan seluruh anak bangsa menjadi setara. Tak semua siswa memiliki kemampuan menyerap materi secara cepat, jadi antara pihak siswa dan guru sebaiknya menjalin komunikasi mengenai materi yang akan dipelajari atau yang telah dipelajari. Bila siswa memang sudah sepakat mengatakan paham tentang materi apa yang telah dijelaskan, maka guru tersebut berhak melanjutkan materi selanjutnya pada program pemsor. Namun bila siswa mengatakan tidak, maka seharusnyalah guru tersebut mengulang materi tersebut dengan memanfaatkan program pemsor hingga mereka benar-benar mengerti.
Masalah kedua yang menjadi masalah sekolah adalah banyaknya liburan, apalagi kita bersekolah di Bali, Provinsi yang kerap disebut sebagai provinsi yang banyak libur. Seperti: liburan galungan & kuningan, liburan nasional, ditambah banyaknya pemantapan yang harus dilewati oleh siswa kelas XII. Minimnya waktu belajar bagi siswa kelas X dan XI ini membuat para guru takut akan materi yang harus diselesaikan dalam kurun waktu 6 bulan tidak terselesaikan. Hal ini tentu merugikan siswa. Oleh karena itu, untuk meminimalkan kejadian seperti itu diharapkan dengan adanya pemsor dapat membantu kegiatan belajar siswa.
Masalah ketiga adalah malasnya siswa berada di lingkungan sekolah dari pagi hingga sore. Pukul 07.00 adalah waktu yang terlalu pagi bagi kalangan siswa untuk berada di lingkungan sekolah. Namun, jika kita ambil segi positifnya, bangun dan berangkat ke sekolah lebih pagi dapat melatih kedisiplinan kita dalam mengatur waktu bangun tidur, dapat menurunkan tingkat kemacetan di jalan raya.Siswa pun dapat berangkat sekolah tanpa rasa cemas mengahadapi macet yang membuat mereka terlambat. Selain itu, jalan yang mereka lewati akan terasa lebih lenggang. Untuk kedepannya ketika kita bekerja, kita sudah terbiasa dengan bangun pagi. Karena belum tentu kita bekerja pada siang atau sore hari. Dokter misalnya. Seorang dokter harus bersedia kapan saja mereka dibutuhkan bahkan harus merelakan waktu istirahatnya demi nyawa pasien.
“…Kenapa siswa malas-malasan mengikuti pemsor, tetapi ketika mengikuti les diluar sekolah seperti datang ke rumah guru mereka justru semangat? Apa yang membedakan?...” begitulah kata bapak I KetutTunik pada saat salah satu dari kami diajar di kelas olehnya.
Jikadipikir, apa yang beliau katakana ada benarnya. Apa bedanya belajar disekolah dengan dirumah guru? Apa karena situasi? Mungkin situasi disekolah adalah situasi formal, dan di tempat les tersebut situasi non formal. Tetapi apa bedanya jika guru yang mengajar pemsor juga adalah guru yang mengajar mereka di tempat les tersebut? Jika hanya mempermasalahkan situasi, mungkin tidak masuk akal atau mungkin siswa datang ke rumah guru tersebut karena suatu alasan. Karena selama ini tidak sedikit dari guru yang mengajar pemsor membebaskan siswanya. Membebaskan dalam artian memberikan kesempatan siswa untuk minum jika haus, makan makanan ringan (snack) jika berminat. Selain itu, bila cara penyampaian materi disampaikan dengan suasana yang lebih santai, siswa tidak akan jenuh belajar. Dari sini siswa akan merasa lebih relax dan beban yang sempat menginap dihati siswa pun berkurang. Selain itu pihak guru pastinya lebih senang mengajar anak didiknya dengan wajah ceria dibandingkan lebih menonjolkan kelelahannya sehingga materi yang diterima tidak percuma diajarkan.
Menurut Mrs Wiwin & Mario Teguh (manfaat di masamudasibukdanmengikutipemsor). Mulailah berpikir jernih dan merenung. Kita sudah dibebasi biaya untuk masalah pemsor, kita sudah diajarkan disiplin sebelum didisiplinkan, dan kita sudah dibina sebelum dibinasakan. Jika situasi yang membuat bosan, cobalah mewarnai situasi dengan situasi yang didambakan. Cobalah menikmati pemsor seperti menikmati les di tempat lain. Cobalah merubah pola piker dan pikirkan apa yang kita peroleh kelak nanti. Cobalah membiasakan diri untuk disiplin. Seperti apa yang orang katakan “Alah bisa karena terbiasa” kita tidak akan bisa jika tidak terbiasa dan kita tidak akan terbiasa jika kita tidak bisa. Cobalah membisakan diri untuk terbiasa. Sudah saatnya kita merubah pola piker kita yang kikir. Ucapkan selamat tinggal pada kemalasan, ucapkan selamat datang pada perubahan!

Selasa, 16 April 2013

FOTO KARTINI MASA KINI





















Gita
Ninda


Laksmi


Osaka Beropini



Kali ini, aku akan memulai penjelajahanku tentang opini siswi Osaka mengenai hari Kartini. Untuk First one nya aku mulai dari Gita Posma Ria Simanjutak, penghuni X.4 J Cewek berambut sebahu bersuara merdu ini akhirnya bersedia ku wawancarai di depan kelasku_X.3  setelah aku paksa sedemikian hingga...... Ini dia, hasil wawancaranya yang terekam di memory HP + Otakku
“Sudah siap ? :D”
“Egan, Kamu mau ngapain aku? Jadi artis dadakan aku ya sekarang”
“-_- Alaynya kumat. Aku hari ini Cuma bakal sedikit introgasi kamu kok...Ini soal hari Kartini”
“Ini Buat mading ya?”
“Bukan, ini untuk Liputan di media lain”
“Ya..teruss,,,kamu mau nanya apanya ke aku? Jangan macem- macem Gan..aku minder nih ”
“Tumben amat aku denger seorang Gita minder ? :D Relax...ini bukan pertanyaan Stoikiometri kok..Cuma cuap- cuap aja sedikit ^_^”
“Ya..ya..Mulai aja Gan..”
“Okeeyy..pertanyaan pertama, dari awal basa basi kita tadi,,,aku kan tadi nyebut nama Kartini. Ketika nama itu terlontar dari mulutku, apa yang terlintas di benakkmu soal sosok wanita ini?”
Mmm..Pahlawan Perempuan J
“Lebih spesifiknya? Menurut kamu, kenapa dia kamu CAP sebagai Pahlawan Perempuan? ”
Karena...
dia itu Seorang perempuan yang ingin memajukan perempuan
“Kesanmu ketika kamu kenal atau tau soal sosok dan perjuangannya bagi perempuan Indonesia tuh gimana? Apa kamu seneng, kagum, biasa aja?Disertai alasan juga lho”
“Kagum,,
alasannya karena dia Inspirasi wanita”
“Yapp..aku juga ^_^ Lalu, kita bisa liat sekarang kan hasil dari jerih payah Ibu Kartini..Tapi..sekarang kan dia udah gaada L Apa menurutmu, sosok Kartini masa kini itu ada? Terutama jiwa kartininya..apa ada orang yang memiliki jiwa tersebut di masa kini? Terutama anak seumuran kita”
Sosok Kartini emang ada, tapi sedikit Gan.
Kebanyakan cewek jaman sekarang nggak menghargai dirinya sendiri.
“Nggak menghargai gimana maksudnya?”
Iya, mereka nggak menghargai...
liat aja cara berpakaian kebanyakan cewek jaman sekarang..Ngumbar aura banget, gimana pandangan orang lain terhadap penampilan mereka. Pasti negatif gan! ”
“Iya juga sih...”
Mereka seharusnya nggak kayak gitu
..dimana mau ditaro martabat kita sebagai cewek? Dimana?”
“Dihatimu..wkwk..kidding Git..ada lagi nihh..masalah kasus korup yang dilakukan sebagian pejabat wanita negara kita. Menurutmu gimana git?”
“Hal itu harus dihentikan sekarang juga! Demi kemajuan negara kita dan demi menjaga martabat perempuan yang tentunya tidak dikoodratkan utk menjadi seorang koruptor!”
“Yupp..setuju, terus tindak nyata kita untuk mencegah kejadian ini terus berlanjut gimana? Kan bahaya kalo ini terus berlanjut, lama lama negara kita bisa bangkrut”
Buat masyarakat, trutama mentri pendidikan sekaligus guru- guru disekolah....Menurutku, mesti ada didikan sejak dini tentang pentingnya menjaga uang yg bukan mnjadi milik sendiri. Dan menanamkan pengertian tentang korupsi tersebut, agar gnerasi kita mengetahui seberapa buruknya korupsi tersebut dan tdk ingin mlakukan hal tersebut”
“Aciikk..keyen Git, politisi abisss.... Trus, saran buat kartini masa kini menyangkut massalah ini?”
“Yang kamu maksud dngn kartini masa kininya siapa gan?”
“Ya generasi penerus beliau saat ini,,kita- kita ini”
“Owhh..mm gini
. Karena jaman sekarang udah ada fasilitas yang memadai, jadinya wanita jaman sekarang tu bisa lebih kreatif , berinovasi dan lebih bisa mengutarakan pendapat- pendapat mereka di depan umum. Dan wanita sekarang tu pastinya jauh lebih pintar, itu semua gaakan pernah terjadi tanpaa adanya perjuangan dari para pahlawan wanita indonesia..”
“Bener..setuju, O iya..satu lagi pertanyaan ku.. Menurut kamu, sosok Kartini masa kini versimu siapa? Psti ada dong”
“Kartiniku ya mamaku, Mamaku ya Pahlawanku”
“Waw..kenapa mamamu git? Alasannya?”
Mamaku tuh kayak matahari di tengah hujan gan...selalu menyinari keluarga ku ditengah kegelisahan. Dia berjuang seorang diri menafkahi keluargaku, memotivasi, dan menuntunku”
“Aciikk. Thanks ya git
J Kapan- kapan kita jumpa lagi”
“Okee..gan”

Nah..itu dia hasil wawancaraku dengan Gita..jam istirahat ke-2 aku melanjutkan petualanganku ke kelas X.6. Suasana ramai, padat, ricuh...mataku terus mencari sosok gadis berkulit putih dengan rambut yang bergelombang...dann..kutemukan dia. Iya, dia Laksmi, ia duduk di bangkunya, sepertinya ia sedang berbincang- bincang dengan teman- temannya....”haduu..aku ganggu banget dah nii..”Pikirku khawatir

“Laksmi
J, jadi?”
“Sekarang Gan?”
“Iya,, kamu lagi sibuk ya?”
“hehe..enggak juga kok” Ujarnya sembari senyum yang menyungging dengan bibir merah nya itu
“okedehh..kita mulai yukk..tapi jangan disini..Rame banget cikh”
“Okee dehh, Mau dimana?”
Kami memilih lokasi di depan ruang osis, cukup strategis dengan suasana hening dan diiringi angin yang sepoi- sepoi...aku memulai ntrogasiku..
“Jangan yang susah- susah ya pertanyaannya gan,,aku gabisa berpendapat banyak lho”
“Iya, santai aja..nggak susah kok ^_^ Kita mulai aja ya..Laks..kamu pasti tau Kartini kan? Menurutmu dia siapa?”
“Ibu kita kartini itu ya? Buat aku..dia itu...eee,,,,,spesial...spesial woman ”
“Kenapa kamu bilang demikian? alasannya”
“ya..dia itu kan pahlawan yang  berjuang demi pendidikan wanita di Indonesia ya? Perjungannya itu ga main- main”
“Kesanmu dengan sosok pahlawan ini? Banggakah? Biasa aja? Atau gimana?”
“bangga lah jelas,,dia kan sebagai pendidik wanita...”
“Kudenger kamu waktu ini dapet kejuaraan takraw..berarti kamu udah mengharumkan nama sekolah dong..sekaligus nama kaum wanita juga..makasii ya”
“Ahh..engga juga gan..aku masih belum ada apa- apanya”
“ehh,, tapi menurutku itu udah lebih dari waw lho..jarang ada cewek yang demen takraw,, jadii..apa kamu tertarik menjadi pejung kaum wanita selanjutnya nih? :D”
“hahaha..bisa aja kamu gan. Kalo pengen, ya pasti..Aku pengen bisa ngelanjutin perjuangannya”
“Aeeettt..aku dukung laks.. (y) O..iya aku mau tanya lagi, menurut kamu, Kartini masa kini mu tu siapa?”
Nggak semua cewek itu kartini, yang menurutku sih ya Ibukku dan Guru-guru yang udah ngajarin kita”
“Alasanmu?”
“Ibu yang udah ngerawat kita dari kecil..9 bulan dia ngandung kita, Guru- guru yang udah jadi pengganti ibuk kita di sekolah”
“Laks...tadi kamu bilang kan ga semua cewek bisa disebut kartini..itu maksudmu apa?”
“ya.. kebanyakan cewek- cewek disekitarku yang kukenal sifatnya ga ada yang mirip sama Kartini..mereka malah kebalikannya”
“Okee..akuu baru ngertii, trus saran kamu buat mereka apa?”
saran? Saran apa ni?”
“Gini,,maksudku kata kata yang bikin mereka sadar akan pentingnya memiliki jiwa kartini, kata- kata yang buat mereka mau tobat”
“Aduhh..aku nggak ngerti, gabisa aku ngerangkai kata- kata”
“Mmm..kalo gitu gini dehh...Kamu bilang mereka kebalikannya kartini, berarti sifatnya jelek dong. Nah biar mereka nggak mengulang itu lagi, menurutmu mereka harus gimana? ”
Mmm...mereka harus bisa jaga diri sebagai seorang cewek. Sama harus bisa milih lingkungan hidup yang bener. Soalnya kan kita berubah karna pengaruh temen- temen sekitar juga, kita harus pinter memilih temen”
“Tepat sekali..selain itu,ada lagi?”
“Hehe..ga ada ^_^ ”
“Aku minta foto kamu pas main takraw boleh?”
“Boleh gan..boleh”
“siip kalo gitu sekian dan terimakasih aja deh atas waktu yg kamu luangin buat aku ya,, sampai jumpa lain waktu ”
“Iya gann J sama sama”

          Huuftt... Pass, jam istirahat baru saja usai, dan aku pun segera masuk kelas dengan hati senang  serta mulia :D . Pulang sekolah, aku segera menuju kelas x.1, mencari si Agung, konsultasi soal tulisan ini, di tengah diskusi kami, aku saling tegur sapa dengan teman- teman sekelasnya. Lama- lama di kelas ini, aku jadi tertarik melakukan wawancara ketiga di kelas ini...saat diskusi dengan Agung saja, mereka cepat tanggap dengan kegiatanku, apalagi jika wawancara disini..aciikk..sepertinya aku akan terjun di dunia penuh dengan intrik dan perdebatan hebat seru :D. Buru- buru aku mencari sosok yang paling tepat buat diwawancarai ketika itu, dan ada 1 kandidat yang mencuri perhatiannku, ya dia..Ayu Ninda. Teman MOSku dulu sekaligus pakarnya Pidato di X.1.

“Ndak papa nih aku wawancarin kamu dadakan?”
“Enggak kok, sante nee...oiya ini pake tugas tajuk opini mading ya?” sahut cewek berkacamata ini
“Engga sihh, Cuma buat berita di media lain ^_^”
“Owh, kamu mau nanyain aku soal apa?”
“Kartini, tau dia kan pasti?”
“Ooo..pahlawan wanita kebanggaan Indonesia itu, tau laah”
“Setelah aku sebut nama Kartini, yang ada dalam benakmu apa Nin?”
“Apa ya?? :D Kartini...dia itu wanita berpengaruh pada masanya, dia juga merupakan pelita di tengah kegelapan. Intinya dia itu, pejuang cewekk”
“Aciikkk,,, pasti bangga dong sama perjuangannya selama ini buat kita. Apa ucapan applause yang kamu pengen ucapin ke beliau atas perjuangannya tersebutt?”
“apa ya? Duhh..bingung :D”
“Gini deh, anggep aja di depan kamu sekarang ada Ibu Kartini, ucapan terimakasihnya apa?”
“Hah..aku harus ngebayangin ada hantunya Kartini ada di depanku sekarang gitu?  Hei Kartini, kembali ke alammu, ini bukan duniamu..”
“Bukan gitu -______- ini kan misal ”
“Hahahahahaa...aku bilang gini : Trimakasih ya atas dedikasinya”
“Selain itu?”
“Udah itu aja, aku bingung mau bilang apa. Dari tadi kan kamu yang banyak nanya, sekarang aku mau nanya dong?”
“Haa...nanya apa
“Gini..kita kan tau, sekarang jaman udah modern. Tapi kok masih sih ada perbedaan gender di Negara kita” ? (waduhh..malah balik nanya :/)
ya.. itu kan sekarang udah jarang, mungkin masih di pedesaan aja kalik yang berpatokan sama prinsip tersebut
“Lagi satu, kenapa perbedaan pendidikan di kota sama di desa kontras banget, kok pemerintah ga mau nye’imbangin sih? Kapan cewek Indo bisa maju kalo gitu! Kuharap buat pembaca, mau dia presiden kek, masyarakat kek, bisa memecahkan masalah ini” (wihh..yang wartawan dia atau aku yakk..? :. Tapi kritis juga pertanyyaannya ni anak)
“Umm.. tau sendiri lah indo kayak apa. Kan masih banyak yang Korup, yang dibahas soal politik doang. Dari awal pagi terbit ampe malem mana pernah stasiun tv kita nampilin tayangan soal pendidikan kita, yang diributin soal politik muluk :p”
“Nah,,itu dahh. Kuharap hal ini bisa terjawab dan teratasi gan”
“Astungkara.. Satu lagi Nin, kata- kata yang pas buat Katini masa kini tuh gimana? Apa? Yang bisa numbuhin semangat jiwa kartini di kalangan kita sekarang ini maksudku..”
“Mm..Gini deh., Tanpa dewi takkan ada dewa”
“Wkkwkwk..ngerti..maksudnya tanpa ada cewek, cowok gaakan bisa berbuat apa- apa kan maksudnya?”
“Iya”
“Asyiikk..aku jadi bangga deh jadi cewek. Makasi ya Nin atas waktu dan kesempatannya”
“Okeeedehh..siip”

          Nah itu dia hasil wawancara ke-3 kandidat siswi Osaka kita