Sabtu, 15 Februari 2014

Pemsor? Siapa takut !


Aduh, pemsor? Tidaaak ! Yang pertama kali muncul di benak kita setelah pengumuman pemsor diadakan, pasti :capek, males, pengen cepet nyampe rumah, rencana ini itu gagal, dan sebagainya. Banyak siswa yang beranggapan bahwa pemsor membuat mereka stress dan lelah pikiran dan fisik. Dari pihak guru yang member materi pun demikian, mereka juga merasakan lelah. Bahkan lebih lelah guru ketimbang siswa, karena guru juga memiliki tanggung jawab besar dalam mengurus keluarga, harus mengajari siswa, mengurus nilai, dan yang lainnya. Ini berarti, guru yang lebih lelah dibandingkan peserta didik. Lalu, mengapa peserta didik yang lebih banyak mengeluh?Salahkah Pemsor?
Pembelajaran sore, atau yang lebih simple disebut ‘pemsor’ merupakan upaya pengajaran materi lanjutan yang diberikan sekolah kepada siswa, agar siswa dapat memenuhi target pemahaman dan ketuntasan materi sesuai yang diharapkan system pendidikan di Indonesia. Di Bali, khususnya masyarakat Hindu identik dengan berbagai macam perayaan upacara adat atau hari raya besar. Hal ini menyebabkan waktu pengajaran standar nasional kurang bagi guru pengajar peserta didik karena telah dipotong waktu liburan tersebut. Selain itu, fokus sekolah untuk mempersiapkan Try Out atau UN kelas XII yang memang menjadi babak penentu kelas XII sering menyita waktu belajar siswa-siswi kelas X dan kelas XI. Dari permasalahan tersebut, pemsor dipilih menjadi jalan untuk mengejar target pendidikan tersebut. Diharapkan juga, agar pemsor menjadi jalan keluar terhadap sekolah, baik itu dari pendidik ataupun yang dididik.
Dari solusi ini, timbul lagi permasalahan baru. Kebanyakan siswa mengeluh, merasa jenuh dan lelah. Menurut mereka, tugas pelajaran sudah menjadi beban, sekarang malah ditambah dengan pemsor. Kapan siswa akan mengerjakan tugas mereka? Sementara mereka terus berada di sekolah hampir setengah hari nonstop. Kapan mereka bisa berinteraksi di keluarga, membantu orang tuanya?
Sebenarnya, kita bisa banyak mengambil sisi positif dari adanya Pemsor. Jika ditelaah secara lebih rinci, ternyata lebih banyak sisi positif ketimbang sisi negative pemsor yang dapat kita petik. Apa saja itu?
Menurut Guru Bahasa Inggris kita di SMA N 1 KUTA SELATAN, yakni MrsWiwin (siapa sih yang gak kenal dengan guru yang satu ini) pemsor itu dapat membuat kita lebih akrab dengan teman di sekolah. Kita pun bisa mengenal karakter teman- teman kita satu sama lain karena banyak waktu yang kita lalui bersama, pergaulan kita pun tentunya akan semakin luas dan terjamin. Berbeda dengan system belajar yang hanya mengandalkan 8 jam pertemuandalam 1 hari. Kita pulang sekolah pukul 13.00 WITA dan memiliki peluang luas untuk melakukan aktivitas di luar sekolah. Ya, bila itu aktivitas yang bersifat positif, tapi apabila melakukan aktivitas negatif? Misal nih, pulang sekolah bukannya pulang kerumah, eh malah nongkrong bareng gank yang gajelas asal- usulnya, Tentu hal itu sungguh sangat membahayakan! Pemsor juga yang membuat kita lebih stress mikirin pelajaran kan? Yup, ini lebih baik, ketimbang kita stress mikirin pacar?Hayoo,,,lebih mending yang mana? Menurut Mario Teguh, masa muda adalah masa belajar. Jika semasa muda kita santai, tentunya di hari tua kita kerepotan. Hmm, jadi nggak usah ngeluh deh di masa muda kita ini, mumpung masih muda, pertajam prestasi positif, tunjukan kualitas diri, biar nggak nyesel dihari tua.
Tapi tetep aja ngerasa pemsor itu beban, ngerasa nggak ada waktu luang buat nyantai atau sekedar bantu orang tua dirumah. Belum lagi kalo harus buat tugas, kapan ada waktu?! Lalu, apa ya solusinya?
Kita ketahui, bahwa senin, selasa, rabu, dankamis di SMA N 1 KUTA SELATAN jadwal pelajaran padat. Sementara Jumat dan Sabtu kita lebih awal pulang, karena konsumsi materi yang lebih sedikit. Belum lagi tambahan pemsor di hari senin sampai kamis, wow…betapa padatnya hari itu. Maka, untuk solusinya, pemsor tetap berjalan, namun dipindah ke hari kamis, jumat, dan sabtu. Dan tak lupa juga memperkecil tugas sekolah pada siswa, karena telah diadakannya pemsor. Pemsor pun sebenarnya tidak dipergunakan untuk program mengulang materi, namun “melanjutkan materi”.Belum tentu kan, siswanya sudah mengerti materi sebelumnya, sementara materi lanjut terus dengan waktu yang sangat singkat. Itulah penyebab STRES!! Ada baik nya pihak guru dan siswa menjalin komunikasi yang terbuka, bila muridnya belum mengerti maka materi berkesempatan diulang lagi pada saat pemsor. Cara pengajaran ketika pemsor pun harus diubah, dibedakan ketika pemsor dan hari biasa. Bila pemsor, bisa lebih dipersantai, sehingga siswa tidak mudah bosan dengan situasi formal ini. Dari sini siswa akan merasa lebih relax dan beban yang sempat menginap dihati siswa pun berkurang. Selain itu pihak guru pastinya lebih senang mengajar anak didiknya dengan wajah ceria dibandingkan lebih menonjolkan kelelahannya. Nah bagaimana? Lebih asik, kan? Intinya dengan adanya pemsor, yang kita benci saat ini tanpa kita sadari akan melahirkan hasil maksimal kelak nanti. Udah gak zaman apabila masa muda kita isi dengan hal negative. Tapi masa muda adalah masa yang apabila tidak dinikmati akan kita sesali nantinya. Untuk menghindari hal tersebut sudah saatnya kita menikmati ilmu gratis demi masa depan yang manis.
KONSEP Tajuk rencana
Masalah
Pendapat
Komentar
Solusi
Pemsorsetuju, stngh hari
Tanya Pakar
Solusi :Kamis Jumat Sabtu, perkecil tgs skolah, cra bljr santai, bri siswa ksmptan utk mngrti materi  sblumny
Pemsor : Plajaran cpt slesai, hindu bnyk hari raya, pmntpan, UN
Mslah : Plajaran g msk k otak,
Sebab: Formal
+Plus :
Otak kita setara se Indonesia


Terjauh dari hal/ kegiatan yang tdk brmanfaat d luar skolah
Jd lbih dket sm tmn skolah, komunikasi lbih akrab, lbh mudah
Otak jd lebih kuat dn nggk mnja lg

-Minus :
Trlalu bnyk konsumsi rmus, utmanya bgi sswa yg dulunya malas blajar mnybabkan input materi  rugi, mmbuat siswanya jenuh
Komunikasi dn intraksi d rumah jd kurng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar