FISIOTERAPI SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENINGKATAN
KUALITAS GERAK
Ni Putu Yuliani Megantari
Ni Putu Yuliani Megantari
Kata orang bijak “kesehatan itu mahal harganya”,
maka kata- kata ini benar adanya. Betapa tidak, ini memang fakta. Apabila
kesehatan kita berubah menjadi penyakit, tentunya banyak upaya yang kita
lakukan dalam mengobati penyakit itu. Ada yang berkosultasi ke dokter, ada juga
yang menyembuhkannya di rumah. Olahraga pun menjadi salah satu upaya dalam
menjaga kesehatan agar tubuh tidak diserang penyakit. Banyak jenis olahraga
yang dapat kita lakukan, banyak pula ancaman cedera yang dapat kita alami. Ada
cedera ringan, adapula yang berat. Cedera ringan biasanya bisa disembuhkan di rumah,
namun yang berat terpaksa harus berurusan dengan dokter. Selain dokter, ada
alternatif lain yang dapat kita gunakan dalam menyembuhkan cedera fisik seperti
ini , salah satunya dengan fisioterapi. Fisioterapi? Apa yang dimaksud dengan
fisioterapi? Fisioterapi merupakan pengobatan kesehatan guna memelihara dan
memulihkan gerak dan fungsi tubuh dengan penanganan secara manual. Kata
Fisioterapi ini merupakan singkatan dari kata
“fisio” yang berarti “fisik (tubuh)” dan “terapi” yang berarti “pengobatan”
yang dilakukan pada kelainan – kelainan fisik dengan menggunakan sumber –
sumber fisis. Jadi arti dari fisioterapi itu sendiri ialah
penjagaan atau pemulihan kefungsian tubuh. Menurut Departemen Kesehatan
Indonesia, Fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk
individu atau kelompok dalam upaya mengembangkan, memelihara, dan memulihkan
gerakan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas
fisik, agen fisik, mekanis, gerak serta komunikasi.
Istilah Fisioterapi merupakan istilah asing yang
telah di ‘Indonesiakan’ bukan diterjemahkan aslinya dari kata Physiotheray atau
beberapa negara menyebutnya seperti ‘Physical Therapy’ (negara-negara Amerika),
‘Fisioterapi’ (Indonesia), ‘Physiotherapy’ (negara Eropa), ‘Fysiotherapie’
(Belanda), istilah-istilah ini pada
hakekatnya sama mempunyai arti yang universal. Untuk menjaga kesamaan tersebut
agar tidak terjadi kesalahpahaman perspektif, Indonesia tidak menterjemahkan istilah
tersebut menjadi terapi fisik, bahkan di Malaysia yang tadinya disebut “Juru
Pulih Anggota” telah kembali kepada istilah Physiotherapy, demikian pula orang
yang telah berhak menjalankan pekerjaan Fisioterapi, mereka akan disebut Fisioterapis-Physiotherapist-
Phisical Therapist- atau Fysiotherapuet. Fisioterapi merupakan bagian integral
dari pelayanan kesehatan yang mempunyai tugas meningkatkan derajat kesehatan
manusia dalam bidang kapasitas fisik dan kemampuan fungsional, sudah seharusnya
ikut serta dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan kesehatan sesuai dengan
bidangnya. Kebutuhan masyarakat terhadap fisioterapi akan meningkat disebabkan
selain kesadaran masyarakat dan penghargaan masyarakat terhadap kesehatan meningkat,
juga disebabkan terjadinya pergeseran pola penyakit. Pergeseran pola penyakit
tersebut antara lain berkurangnya penyakit infeksi, menurunnya angka kematian
bayi, meningkatnya penyakit degeneratif, meningkatnya angka kecelakaan kerja
maupun lalu lintas, penyakit – penyakit sistemik, dan penyakit – penyakit
akibat kurang gerak. Pergeseran pola penyakit yang
demikian banyak berhubungan dengan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional
manusia, sehingga fisioterapi akan sangat berperan di masa yang akan datang.
Perlu diketahui, bahwa Fisioterapi sebenarnya sudah ada sejak jaman Yunani kuno dimana masih
dikenalnya dunia para dewa mitologi. Seorang tokoh bernama Hippocrates dan
Galenus dipercaya adalah seorang fisioterapis pertama yang dikenal didunia menggunakan
terapi dengan cara pijatan, terapi manual dan teknik hidroterapi pada tahun 460
Sebelum Masehi. Namun fisioterapi baru mulai dikenal
pada tahun 1813 dimana pada saat itu Per Henrik Ling yang dijuluki
"Bapak Senam Swedia" mendirikan sebuah institut bernama Royal Central
Institute of Gymnastics (RCIG) untuk massage, manipulation, dan exercise. Baru
pada tahun 1887 institut tersebut telah teregistrasi pada Dewan kesehatan dan
kesejahteraan Swedia. Dokumentasi awal mengenai praktek fisioterapi secara
profesional pertama kali diperkenalkan pada tahun 1894 ketika itu empat perawat
di inggris membentuk sebuah badan bernama Chartered Society of Physiotherapy.
Disusul oleh negara-negara lain dengan mengadakan program pelatihan formal,
seperti Sekolah Physiotherapy di Universitas Otago, Selandia Baru pada tahun
1913, dan di Reed College, Portland, Oregon. Amerika Serikat pada tahun
1914. Penelitian
fisioterapi sendiri pertama kali dipublikasikan di negara Amerika Serikat pada
tahun 1921 dalam PT Review dimana pada tahun yang sama Mary McMilan
mendirikan Physical Therapy Association atau Asosiasi Fisioterapi yang
sekarang disebut American Physical Therapy Association (APTA).
Mencermati perkembangan tersebut,
fisioterapi di Indonesia semakin memberikan
pelayanan berkualitas global, yang berorientasi pada problematik pasien dan
terjangkau oleh masyarakat serta menggunakan konsep fisioterapi terkini yang
didukung modalitas fisioterapi yang modern dan tenaga fisioterapis yang
professional.
Saat ini, banyak orang yang mengalami masalah tekanan darah tinggi dan
mayoritas menjadi semakin kronis ketika penyakit tersebut menjadi penyakit
stroke. Hal ini
disebabkan, gaya hidup yang tidak sehat rentan terkena obesitas, diabetes,
arteriosklerosis dan penyakit jantung. Dalam pengobatan fisioterapi, kita
perlu tahu langkah- langkah pengobatan penyakit stroke dengan mengetahui faktor penyebab stroke, makanan penyebab stroke, dan obat yang cocok
untuk penyakit stroke. Tak hanya stroke, kita juga bisa mengobati penyakit lain
dengan fisioterapi seperti misalnya cedera, kesleo, sakit pinggang, wajah
perot, patah tulang bahkan penyakit akibat gangguan pernafasan, misalnya : sesak
nafas akibat asthma, bronchitis (ISPA), ataupun sesak nafas karena kegemukan.
Memangnya, apa saja fasilitas yang disediakan Fisioterapi dan apa saja sistem
pengobatannya ? Tentunya banyak fasilitas yang digunakan sesuai dengan
fungsinya, seperti MWD (Micro Wave Diothermy) yang berguna untuk mengurangi
nyeri karena cara kerjanya memanaskan jaringan otot sehingga akan memberikan
efek relaksasi pada otot dan meningkatkan aliran darah intramuskuler. Ada juga
yang disebut dengan SWD (Short Wave Diothermy) merupakan alat yang menggunakan
metode penyinaran yang dapat mengurangi nyeri, bengkak, dan spasme otot. Adapun
manfaat SWD yakni untuk meningkatkan
elastisitas jaringan ikat, meningkatkan konduktivitas syaraf & ambang
rangsang, serta meningkatkan
proses reparasi jaringan dengan peningkatan metabolisme. Tak ketinggalan juga,
ada alat- alat yang bernama stimulasi elektrik,
ltrasound Therapy, dan Traksi Lumbal dan Cervical. Stimulasi elektrik ini
terdiri atas beberapa alat, seperti Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation
(TENS) yang merupakan suatu
cara penggunaan energi listrik yang berguna untuk merangsang sistem saraf
melalui permukaan kulit yang telah terbukti efektif untuk menghilangkan nyeri. Faradic merupakan aplikasi dari stimulasi elektris yang
menggunakan media air. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa air adalah
salah satu larutan yang dapat menjadi penghantar listrik yang baik atau yang
dikenal dengan konduktor. air sebagai media penghantar arus listrik ini dapat
menyebarkan arus listrik secara merata pada area tubuh yang diterapi. metode
ini biasanya digunakan pada organ tubuh bagian tangan dan kaki. Kasus - kasus yang dapat ditangani dengan
metode ini misalnya pada kasus carpal tunnel syndrome (CTS), rheumatoid arthritis wrist and phalangeal,
gout arthritis ankle, fasciitis plantaris, kekuan pada persendian di tangan dan
kaki, dan lain- lain.walaupun
tampaknya metode ini hampir sama dengan metode lokal pada penggunaan TENS maupun diadinamik atau interferensi namun
rasa yang diterima pasien jelas berbeda. Menurut pasien (Ny.S) dengan diagnosa CTS, rasa yang ia terima saat
dilakukan tens dengan metode segmental simpatis ataupun lokal berbeda dengan
saat diterapi faradic bath. rasa yang diterima saat diterapi menggunakan
faradic bath lebih merata keseluruh area tangan dan jari - jari daripada saat
menggunakan metode segmental simpatis dan lokal. Arus faradic ini mampu
merileksasi jaringan - jaringan lunak di sekitar persendian yang secara tidak
langsung mampu memblokir nyeri. selain itu rasa yang diterima oleh pasien lebih
merata sehingga secara secara tidak langsung pula pasien tersugesti bahwa rasa
nyeri dan kaku di daerah persendian perlahan tapi cepat bisa berkurang.
Selanjutnya ada Galvanic, alat yang satu ini sangat digemari banyak kalangan
dari yang muda hingga tua. Mengapa demikian, karena Galvanic menghancurkan lemak
dan golden Cchammomile untuk menghambat terjadinya penumpukan
lemak karena mengandung Theobromine sehingga membuat kulit
awet muda. Bagi yang mengalami luka pada kulit, Ultrasound Therapy merupakan
penangkalnya. Terapi dalam pengobatan cedera sangat cocok menggunakan
Ultrasound Therapy karena efek
mekanik dan terapeutik yang dihasilkan oleh Ultrasound berguna untuk proses
recovery (pemulihan). Dalam terapi ultrasound ini, harus disertai
dengan exercise (latihan) agar
persendian kita tidak kaku. Nah, dengan mengikuti tahap- tahap ini, penyakit
cedera, stroke atau masalah fisik lainnya akan teratasi. Asalkan kita tetap
menyertainya dengan latihan- latihan yang tentunya akan dibimbing oleh para
fisioterapist yang bersangkutan.
Ternyata Fisioterapi
bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Mulai dari masalah penyakit sendi,
kulit, maupun sistem peredaran darah atau pernafasan. Namun nasib fisioterapist masa kini semakin
lama semakin tak jelas. Undang-undang yang menguatkan fisioterapist sebagai
tenaga kesehatan yang menangani tentang aktivitas fungsional dan proses
rehabilitasi medik belum terbentuk, masih banyak pengobatan alternatif yang
masih berdiri kokoh. Dengan permasalahan ini, masyarakat mayoritas menjadi ragu
akan pelayanan fisioterapi. Dalam berita online Independent.News, sebuah berita
memaparkan tentang klinik fisioterapi di Solo yang mengadakan pijat gratis di
Masjid Ala Muttaqin Desa Delangu, Klaten padan hari Senin, 4 februari 2013
lalu. Puluhan Ibu- ibu di sekitar daerah tersebut mengaku senang karena
dianggap sangat bermanfaat bagi balitanya. Salah seorang penduduk yang bernama
Rani berusia 38 tahun mengungkapkan bahwa , seusai dipijat anak- anak mereka
merasa lapar dan meminum banyak ASI. Salah seorang fisioterapist yang bernama
Wita Hitaputra menyatakan banyak manfaat dan keuntungan dari pijat bayi
tersebut, salah satunya dengan membuat bayi cerdas karena stimulasi pijat yang
diberikan. Tak hanya itu, pijat ini juga dapat memaksimalkan tumbuh kembang
balita serta mendekatkan interkasi antara anak dan orang tuanya bila pijat
tersebut dilakukan secara rutin. Permasalahannya,
karena minimnya jumlah fisioterapist yang ada di sekitar Klaten membuat ibu-
ibu kebingungan memijatkan bayi mereka. Selain itu lokasi yang jauh dan tarif
yang dipasang dianggap tidak murah menjadi permasalahan utama.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DATA PRIBADI
1. Nama Lengkap : Ni Putu Yuliani Megantari
2. Tempat, Tanggal Lahir : Tuban, 24 Juli 1997
3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. Agama : Hindu
5. Status : Pelajar SMA N 1 Kuta Selatan
6. Tinggi / Berat Badan : 158 cm / 49 kg
7. Telepon :-0361-8952831
-085739227233
8. E-mail : Egantari@gmail.com
8. E-mail : Egantari@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar