Selasa, 16 April 2013

FISIOTERAPI Masa Kini

FISIOTERAPI SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENINGKATAN KUALITAS GERAK
Ni Putu Yuliani Megantari
Kata orang bijak “kesehatan itu mahal harganya”, maka kata- kata ini benar adanya. Betapa tidak, ini memang fakta. Apabila kesehatan kita berubah menjadi penyakit, tentunya banyak upaya yang kita lakukan dalam mengobati penyakit itu. Ada yang berkosultasi ke dokter, ada juga yang menyembuhkannya di rumah. Olahraga pun menjadi salah satu upaya dalam menjaga kesehatan agar tubuh tidak diserang penyakit. Banyak jenis olahraga yang dapat kita lakukan, banyak pula ancaman cedera yang dapat kita alami. Ada cedera ringan, adapula yang berat. Cedera ringan biasanya bisa disembuhkan di rumah, namun yang berat terpaksa harus berurusan dengan dokter. Selain dokter, ada alternatif lain yang dapat kita gunakan dalam menyembuhkan cedera fisik seperti ini , salah satunya dengan fisioterapi. Fisioterapi? Apa yang dimaksud dengan fisioterapi? Fisioterapi merupakan pengobatan kesehatan guna memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh dengan penanganan secara manual. Kata Fisioterapi ini merupakan singkatan dari kata  “fisio” yang berarti “fisik (tubuh)” dan “terapi” yang berarti “pengobatan” yang dilakukan pada kelainan – kelainan fisik dengan menggunakan sumber – sumber fisis. Jadi arti dari fisioterapi itu sendiri ialah penjagaan atau pemulihan kefungsian tubuh. Menurut Departemen Kesehatan Indonesia, Fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu atau kelompok dalam upaya mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerakan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas fisik, agen fisik, mekanis, gerak serta komunikasi.
Istilah Fisioterapi merupakan istilah asing yang telah di ‘Indonesiakan’ bukan diterjemahkan aslinya dari kata Physiotheray atau beberapa negara menyebutnya seperti ‘Physical Therapy’ (negara-negara Amerika), ‘Fisioterapi’ (Indonesia), ‘Physiotherapy’ (negara Eropa), ‘Fysiotherapie’ (Belanda),  istilah-istilah ini pada hakekatnya sama mempunyai arti yang universal. Untuk menjaga kesamaan tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman perspektif,  Indonesia tidak menterjemahkan istilah tersebut menjadi terapi fisik, bahkan di Malaysia yang tadinya disebut “Juru Pulih Anggota” telah kembali kepada istilah Physiotherapy, demikian pula orang yang telah berhak menjalankan pekerjaan Fisioterapi, mereka akan disebut Fisioterapis-Physiotherapist- Phisical Therapist- atau Fysiotherapuet. Fisioterapi merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang mempunyai tugas meningkatkan derajat kesehatan manusia dalam bidang kapasitas fisik dan kemampuan fungsional, sudah seharusnya ikut serta dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan kesehatan sesuai dengan bidangnya. Kebutuhan masyarakat terhadap fisioterapi akan meningkat disebabkan selain kesadaran masyarakat dan penghargaan masyarakat terhadap kesehatan meningkat, juga disebabkan terjadinya pergeseran pola penyakit. Pergeseran pola penyakit tersebut antara lain berkurangnya penyakit infeksi, menurunnya angka kematian bayi, meningkatnya penyakit degeneratif, meningkatnya angka kecelakaan kerja maupun lalu lintas, penyakit – penyakit sistemik, dan penyakit – penyakit akibat kurang gerak. Pergeseran pola penyakit yang demikian banyak berhubungan dengan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional manusia, sehingga fisioterapi akan sangat berperan di masa yang akan datang.
Perlu diketahui, bahwa Fisioterapi sebenarnya sudah ada sejak jaman Yunani kuno dimana masih dikenalnya dunia para dewa mitologi. Seorang tokoh bernama Hippocrates dan Galenus dipercaya adalah seorang fisioterapis pertama yang dikenal didunia menggunakan terapi dengan cara pijatan, terapi manual dan teknik hidroterapi pada tahun 460 Sebelum Masehi. Namun fisioterapi baru mulai dikenal pada tahun 1813 dimana pada saat itu  Per Henrik Ling yang dijuluki "Bapak Senam Swedia" mendirikan sebuah institut bernama Royal Central Institute of Gymnastics (RCIG) untuk massage, manipulation, dan exercise. Baru pada tahun 1887 institut tersebut telah teregistrasi pada Dewan kesehatan dan kesejahteraan Swedia. Dokumentasi awal mengenai praktek fisioterapi secara profesional pertama kali diperkenalkan pada tahun 1894 ketika itu empat perawat di inggris membentuk sebuah badan bernama Chartered Society of Physiotherapy. Disusul oleh negara-negara lain dengan mengadakan program pelatihan formal, seperti Sekolah Physiotherapy di Universitas Otago, Selandia Baru pada tahun 1913, dan di Reed College, Portland, Oregon. Amerika Serikat pada tahun 1914. Penelitian fisioterapi sendiri pertama kali dipublikasikan di negara Amerika Serikat pada tahun 1921 dalam PT Review dimana pada tahun yang sama Mary McMilan mendirikan Physical Therapy Association atau Asosiasi Fisioterapi  yang sekarang disebut American Physical Therapy Association (APTA).     
 Mencermati perkembangan tersebut, fisioterapi di Indonesia semakin memberikan pelayanan berkualitas global, yang berorientasi pada problematik pasien dan terjangkau oleh masyarakat serta menggunakan konsep fisioterapi terkini yang didukung modalitas fisioterapi yang modern dan tenaga fisioterapis yang professional.
Saat ini, banyak orang yang mengalami masalah tekanan darah tinggi dan mayoritas menjadi semakin kronis ketika penyakit tersebut menjadi penyakit stroke. Hal ini disebabkan, gaya hidup yang tidak sehat rentan terkena obesitas, diabetes, arteriosklerosis dan penyakit jantung. Dalam pengobatan fisioterapi, kita perlu tahu langkah- langkah pengobatan penyakit stroke dengan mengetahui faktor penyebab stroke, makanan penyebab stroke, dan obat yang cocok untuk penyakit stroke. Tak hanya stroke, kita juga bisa mengobati penyakit lain dengan fisioterapi seperti misalnya cedera, kesleo, sakit pinggang, wajah perot, patah tulang bahkan penyakit akibat gangguan pernafasan, misalnya : sesak nafas akibat asthma, bronchitis (ISPA), ataupun sesak nafas karena kegemukan. Memangnya, apa saja fasilitas yang disediakan Fisioterapi dan apa saja sistem pengobatannya ? Tentunya banyak fasilitas yang digunakan sesuai dengan fungsinya, seperti MWD (Micro Wave Diothermy) yang berguna untuk mengurangi nyeri karena cara kerjanya memanaskan jaringan otot sehingga akan memberikan efek relaksasi pada otot dan meningkatkan aliran darah intramuskuler. Ada juga yang disebut dengan SWD (Short Wave Diothermy) merupakan alat yang menggunakan metode penyinaran yang dapat mengurangi nyeri, bengkak, dan spasme otot. Adapun manfaat SWD yakni untuk meningkatkan elastisitas jaringan ikat, meningkatkan konduktivitas syaraf & ambang rangsang, serta meningkatkan proses reparasi jaringan dengan peningkatan metabolisme. Tak ketinggalan juga, ada  alat- alat yang bernama stimulasi elektrik, ltrasound Therapy, dan Traksi Lumbal dan Cervical. Stimulasi elektrik ini terdiri atas beberapa alat, seperti Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) yang merupakan suatu cara penggunaan energi listrik yang berguna untuk merangsang sistem saraf melalui permukaan kulit yang telah terbukti efektif untuk menghilangkan nyeri. Faradic merupakan aplikasi dari stimulasi elektris yang menggunakan media air. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa air adalah salah satu larutan yang dapat menjadi penghantar listrik yang baik atau yang dikenal dengan konduktor. air sebagai media penghantar arus listrik ini dapat menyebarkan arus listrik secara merata pada area tubuh yang diterapi. metode ini biasanya digunakan pada organ tubuh bagian tangan dan kaki. Kasus - kasus yang dapat ditangani dengan metode ini misalnya pada kasus carpal tunnel syndrome (CTS), rheumatoid arthritis wrist and phalangeal, gout arthritis ankle, fasciitis plantaris, kekuan pada persendian di tangan dan kaki, dan lain- lain.walaupun tampaknya metode ini hampir sama dengan metode lokal pada penggunaan TENS maupun diadinamik atau interferensi namun rasa yang diterima pasien jelas berbeda. Menurut pasien (Ny.S) dengan diagnosa CTS, rasa yang ia terima saat dilakukan tens dengan metode segmental simpatis ataupun lokal berbeda dengan saat diterapi faradic bath. rasa yang diterima saat diterapi menggunakan faradic bath lebih merata keseluruh area tangan dan jari - jari daripada saat menggunakan metode segmental simpatis dan lokal. Arus faradic ini mampu merileksasi jaringan - jaringan lunak di sekitar persendian yang secara tidak langsung mampu memblokir nyeri. selain itu rasa yang diterima oleh pasien lebih merata sehingga secara secara tidak langsung pula pasien tersugesti bahwa rasa nyeri dan kaku di daerah persendian perlahan tapi cepat bisa berkurang. Selanjutnya ada Galvanic, alat yang satu ini sangat digemari banyak kalangan dari yang muda hingga tua. Mengapa demikian, karena Galvanic menghancurkan lemak dan golden Cchammomile untuk menghambat terjadinya penumpukan lemak karena mengandung  Theobromine sehingga membuat kulit awet muda. Bagi yang mengalami luka pada kulit, Ultrasound Therapy merupakan penangkalnya. Terapi dalam pengobatan cedera sangat cocok menggunakan Ultrasound Therapy karena efek mekanik dan terapeutik yang dihasilkan oleh Ultrasound berguna untuk proses recovery (pemulihan). Dalam terapi ultrasound ini, harus disertai dengan exercise (latihan)  agar persendian kita tidak kaku. Nah, dengan mengikuti tahap- tahap ini, penyakit cedera, stroke atau masalah fisik lainnya akan teratasi. Asalkan kita tetap menyertainya dengan latihan- latihan yang tentunya akan dibimbing oleh para fisioterapist yang bersangkutan.
Ternyata Fisioterapi bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Mulai dari masalah penyakit sendi, kulit, maupun sistem peredaran darah atau pernafasan.   Namun nasib fisioterapist masa kini semakin lama semakin tak jelas. Undang-undang yang menguatkan fisioterapist sebagai tenaga kesehatan yang menangani tentang aktivitas fungsional dan proses rehabilitasi medik belum terbentuk, masih banyak pengobatan alternatif yang masih berdiri kokoh. Dengan permasalahan ini, masyarakat mayoritas menjadi ragu akan pelayanan fisioterapi. Dalam berita online Independent.News, sebuah berita memaparkan tentang klinik fisioterapi di Solo yang mengadakan pijat gratis di Masjid Ala Muttaqin Desa Delangu, Klaten padan hari Senin, 4 februari 2013 lalu. Puluhan Ibu- ibu di sekitar daerah tersebut mengaku senang karena dianggap sangat bermanfaat bagi balitanya. Salah seorang penduduk yang bernama Rani berusia 38 tahun mengungkapkan bahwa , seusai dipijat anak- anak mereka merasa lapar dan meminum banyak ASI. Salah seorang fisioterapist yang bernama Wita Hitaputra menyatakan banyak manfaat dan keuntungan dari pijat bayi tersebut, salah satunya dengan membuat bayi cerdas karena stimulasi pijat yang diberikan. Tak hanya itu, pijat ini juga dapat memaksimalkan tumbuh kembang balita serta mendekatkan interkasi antara anak dan orang tuanya bila pijat tersebut dilakukan secara rutin.  Permasalahannya, karena minimnya jumlah fisioterapist yang ada di sekitar Klaten membuat ibu- ibu kebingungan memijatkan bayi mereka. Selain itu lokasi yang jauh dan tarif yang dipasang dianggap tidak murah menjadi permasalahan utama.  


DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI

1. Nama Lengkap : Ni Putu Yuliani Megantari

2. Tempat, Tanggal Lahir : Tuban, 24 Juli 1997

3. Jenis Kelamin : Perempuan

4. Agama : Hindu

5. Status : Pelajar SMA N 1 Kuta Selatan

6. Tinggi / Berat Badan : 158 cm / 49 kg

7. Telepon :-0361-8952831
                   -085739227233
8. E-mail : Egantari@gmail.com






Tidak ada komentar:

Posting Komentar